Tampilkan postingan dengan label corona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label corona. Tampilkan semua postingan

Gara-Gara Corona Banyak Manusia Tak Beragama






Saya sangat sedih dengan adanya pandemi corona ini, sudah banyak nyawa manusia hilang karena wabah corona atau yang disebut Covid-19 ini, hampir semua negara di bumi tercinta ini sudah terjangkit virus mematikan ini. Virus ini tidak memandang usia, baik tua ataupun muda semua bisa terkena virus ini, meskipun jika usia kita diatas 40 tahun resiko kematian akan lebih tinggi daripada yang berusia lebih muda. Virus ini juga tidak memandang jenis kelamin, pria dan wanita semua terkena penyakit ini, tidak seperti manusianya yang suka mendiskriminasi wanita, menganggap wanita tak berdaya dan tidak bisa apa-apa. Mungkin Corona lebih bijak dari manusia, meski begitu tetap tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni.

Di Amerika serikat pada awal april ini menjadi pusat pandemi dengan jumlah pasien covid-19 dan kematian yang sangat banyak. Lebih banyak dari Italia dan beberapa negara eropa lainya. Amerika dikenal dengan negara super power yang kaya, bebas dan menjunjung tinggi keadilan. Tapi itu hanya ada di film Hollywood, kenyataanya Amerika sangat kesulitan menghadapi pandemi ini. Dari Beberapa data, perbandingan orang kulit hitam yang meninggal akibat covid-19 lebih banyak daripada orang kulit putih, banyak yang menduga karena orang kulit hitam tidak lebih sejahtera daripada orang kulit putih sehingga kesehatan bukan menjadi prioritas mereka. 

Bagaimana dengan di Indonesia? dengan tingkat literasi yang rendah banyak orang bersikap acuh tak acuh dan menganggap remeh virus ini, jangankan masyarakat dengan pendidikan rendah, ada beberapa profesor yang menganggap virus ini tidak berbahaya dan bisa di sembuhkan dengan rukyah atau hanya dengan sekedar cuci tangan. dan yang berkata seperti itu bukan hanya satu orang, ada banyak orang (merasa) pintar yang berkata bisa menyembuhkan penyakit corona.

Di Indonesia, agama menjadi sangat penting, bahkan sila pertama pancasila yang menjadi dasar negara adalah ketuhanan yang maha esa, banyak tokoh agama mengucapkan kata bahwa indonesia tidak akan terkena pandemi korona karena banyak "orang saleh" dan "orang beriman", meskipun saya tidak tahu kenapa orang saleh dan beriman menganggap dirinya sendiri saleh dan beriman, banyak juga ahli agama menjadi dokter dan mengatakan bisa menyembuhkan corona, Apakah di kuliah keagamaan ada jurusan kedokteran? lain lagi kalau dia punya dua gelar Doktor agama dan doktor penyakit dalam. tapi itu dulu sebelum banyak nyawa saudara kita sebangsa yang telah meninggal.

Virus corona adalah patogen pernapasan yang menyebabkan penyakit parah pada manusia, terutama yang menyerang anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua. Virus corona biasanya disebut sebagai sindrom pernapasan akut parah (SARS) atau flu biasa karena menyebabkan gejala yang serupa: demam, batuk, sakit tenggorokan, dan nyeri otot. Namun, beberapa virus corona dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia atau bronkitis

Ada spekulasi bahwa agama seseorang merupakan salah satu faktor dalam respons mereka terhadap virus corona.