Tampilkan postingan dengan label Management. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Management. Tampilkan semua postingan

7 Hal ini membuat kaizen gagal total dalam meningkatkan performa perusahaan


Kaizen, dari namanya aja itu udah berbau jepang. Jepang dikenal sebagai salah satu macan asia dalam perekonomian. Setelah terpuruk dalam perang dunia II, perekonomian jepang tumbuh dengan pesat seperti sabetan samurai yang mengguncang dunia. Salah satu sebab keberhasilan jepang dalam membangun ekonominya adalah konsep manajemen yang disebut kaizen.

Inti dari konsep kaizen adalah sustainable improvement atau peningkatan yang terus menerus dan berkelanjutan. Konsep management kaizen merangkul semua element dalam suatu perusahaan untuk bersama-sama meningkatkan kinerja. Baik itu mulai pekerja pada level terendah sampai pada top manager harus secara masif melakukan perubahan. Perubahan tidak selalu harus besar, jika kita bergerak 1 centimeter atau 1 milimeterpun itu juga bergerak. Tetapi perubahan itu harus bergerak maju dan dilakukan terus-menerus.

Banyak perusahaan yang berhasil menerapkan prinsip kaizen, contohnya saja adalah perusahaan perusahaan besar jepang yang sudah memiliki nama seperti toyota. Tapi tidak sedikit pula yang gagal menerapkan konsep kaizen. Kali ini saya akan membahas mengapa kaizen gagal total meningkatkan performa perusahaan. Udah bayar mentor mahal-mahal kok malah gak ada gunanya, kan sayang uang perusahaan. We learn from failure not from success

Berikut adalah 7 hal yang membuat kaizen gagal total dalam meningkatkan performa perusahaan

  1. Kaizen Cuma Cinta Sesaat

Saat kita mencintai seseorang kita harus mencintai dia dengan sungguh-sungguh agar bisa mendapatkan balasan cinta yang melimpah ruah juga. Begitu juga dengan kaizen, jika kita hanya mencintai prinsip orang jepang ini hanya sesaat dan setengah-setengah hasilnya juga nihil. Asal kita sudah menjalankan intruksi pimpinan agar menjalankan kaizen sudah cukup, asal bapak senang ya sudah. Lalu beberapa bulan kebudian sudah gak ada lagi kaizen-kaizenan. Kaizen gagal total ya sudah berati gak cocok buat kita, itu pikiran yang sempit!

  1. Kurangnya partisipasi pekerja

Kaizen harus dilakukan terus menerus dan menyeluruh dalam setiap sendi perusahaan. Jika hanya sebagian orang saja yang peduli dan melakukan kaizen. Maka sistem ini tidak akan bekerja secara optimal. Malah akan membuat perbaikan yang dilakukan segelintir orang tersebut menjadi tidak berguna dan membuat kaizen gagal total

  1. Tidak ada pelatihan khusus kaizen

Dalam perusahaan yang besar kurang efektif untuk melakukan pelatihan pada seluruh pegawai perusahaan. Kadang hanya para top dan middle manager yang diberi pelatihan atau bahkan hanya sekadar seminar kaizen. Akibatnya hanya sebagian kecil pekerja yang benar mengerti tentang kaizen dan manfaatnya bagi perusahaan. Dan sebagian besar lagi tidak mengerti dan akhirnya tidak termotifasi melakukan kaizen

  1. Ingin mencapai hal yang sempurna dan terlihat bagus

Don’t look the book by the cover. Ketika semua orang berpikir untuk membuat perubahan besar/ revolusi itu akan membutuhkan waktu dan biaya yang besar. Jika kita menunggu perubahan besar itu, maka kita akan membuang-buang waktu. Prinsip dari kaizen adalah lebih berorientasi pada perubahan kecil yang dilakukan terus-menerus sehingga akan berdampak besar pada perusahaan. Karena pada dasarnya sistem ini merupakan sistem jangka panjang.

  1. Tidak ada indikator keberhasilan yang jelas

Jika kita hanya melakukan perubahan tanpa tau perubahan itu berdampat buat kita atau tidak itu sama aja bohong. Malah kita akan membuang-buang waktu. Harus ada indikator yang menunjukkan perubahan, entah perubahan itu negatif, nol ataupun positif. Jika perubahan itu menghasilkan nilai yang negatif atau nol, makan perubahan itu harus ditinggalkan.

  1. Tidak ada control atau pengawasan

Salah satu fungsi management yang paling penting adalah pengawasan. Apalagi prinsip kaizen adalah berkelanjutan. Tanpa pengawasan yang intens dan terkoordinasi dengan baik maka prinsip kaizen akan cepat menguap dan seketika akan dilupakan yang berdampak pada kegagalan.

  1. Tidak adanya penghargaan

Semua orang ingin dihargai, tidak terkecuali pada pekerja pada tingkat paling bawah semisal office boy atau karyawan outsorsing, biasanya pada level ini mereka terpinggirkan dan tak dianggap. Jika seseorang sudah melakukan yang terbaik dan bersungguh-sungguh melaksanakan kaizen sudah selayaknya orang itu mendapat penghargaan. Bentuk penghargaan tidak harus berupa uang, bisa saja berupa dalam bentuk PEKERJA TELADAN BULAN INI dan dipampang pada dinding kantor.

Kaizen adalah proses berkesinambungan yang dilakukan secara terus menerus. Kaizen berorientasi pada peningkatan performa perusahaan dalam jangka panjang. We learn from failure not from success. Belajar tidak hanya pada cerita sukses, tetapi juga kita dapat mengambil hikmah dari sebuah kegagalan. Semoga 7 hal yang membuat kaizen gagal total dalam meningkatkan performa perusahaan diatas tidak terulang pada anda dan perusahaan anda.

Pertolongan Tuhan menjadi faktor kunci kesuksesan wardah dalam industri kosmetik nasional



Wahdah, sebuah merk produk kosmetik nasional yang mulai menggeliat dan sukses dengan berbagai kosmetik bagi kaum hawa. Wardah merupakan kosmetik pertama di indonesia dan mungkin di dunia dengan sertifikasi halal. Wardah memang menyasar kaum hawa dari kaum muslimah sebagai konsumen utamanya. Dengan mayoritas penduduk muslim yang banyak dan terbesar di dunia, wardah laris manis bak kerudung/hijab yang mulai menjadi tren bisnis di Indonesia.

Menurut direktur utama sekaligus pendiri wardah Hj. Nurhayati Subakat faktor kunci dalam keberhasilan wardah dalam industri kosmetik nasional, adalah karena pertolongan Tuhan. Faktor faktor lain seperti management, strategi perusahaan dan sumber daya manusia memang penting, tapi pertolongan tuhan adalah kuncinya. Wardah bukannya tak pernah mendapat hambatan dan tantangan. Bahkan beberapa kali wardah mengalami pasang surut dan pernah pabrik tempat produksi terbakar. Semua alat produksi bahan serta tempat sudah tak ada lagi bahkan nambah utang. Yah begitulah hidup memang tak gampang, usaha bukan tambah kaya malah banyak utang. Kesuksesan wardah tidak dicapai dengan instan dan dengan jalan yang mulus.

Habis gelap terbitlah terang, mungkin itu yang dialami wardah. Jiwa kartini memang kuat melekat dalam diri perdiri wardah Hj. Nurhayati Subakat. Meskipun terkena musibah inu Hj nurhayati tetap menggaji karyawanya denagn keuangan yang pas-pasan. Disinilah wujud dari kebesaran Tuhan, di tengah musibah tersebut nurhayati mendapat tempat pengganti dari salah seorang kenalanya untuk produk wardah meskipun dengan alat seadanya. Setelah mendapat mendapat tempat usaha, wardah kembali mendapat pinjaman dari bank dengan sangat mudah dan bahkan berlebih. Pada waktu itu ibu Nur mengajukan pinjaman hanya 50 juta (pada waktu itu termasuk cukup besar) tapi malah mendapat pinjaman tiga kali lipat dari pengajuannya yaitu 150 juta. Sungguh luar biasa dan memang kuasa dan kebesaran Allah memang ada.

Mengapa wardah mendapat bantuan dari yang Maha Kuasa? Tentu saja itu tidak datang tiba–tiba, Tuhan tidak akan memberikan rizki-Nya dengan tanpa alasan. Pertolongan Tuhan tidak datang tiba-tiba, kecuali orang tersebut melakukan benar-benar dicintai Allah. Selama ini wadah dikenal dengan banyak kegiatan sosial atau lebih dikenal dengan CSR. Bahkan sebagai usaha yang pada waktu masih kecil wardah sudah memberikan beasiswa sampai pada tingkat perguruan tinggi.

The power of giving, semakin banyak kita memberi dengan niat tulus dan ikhlas Tuhan pasti semakin sayang pada kita dan akan memberi kita lebih dari yang kita beri dan kita bayangkan. Pertolongan tuhan akan selalu ada bagi setiap insan yang selalu merendahkan diri di hadapan Tuhan serta membagi kebahagiaan bagi sesama manusia.